Poetry Hujan : Cerita Pecinta Hujan

ada yang mengkhawatirkan hujan,
ribuan liternya menjawab tangan peluka tanah dan kehijauan

ada yang memohon hujan,
bertahan dalam kekeringan berkepanjangan, membumbungkan harapan

ada yang menyesali hujan,
menanam benih kecewa, disangkanya menghalangi rencana

ada yang berdiri di bawah hujan, merebahkan air mata,
menitipkan rasa pada yang tak pernah datang,
melepaskan luka, hujan menghapusnya

ada yang berhenti berlari dari lingkaran pertanyaan,
hujan tak memberi jawaban, meredakan lelah ketidakberujungan

ada yang merintih dalam hujan, menyenandungkan elegi tak bercipta,
menantikan nafas dari kematian sebuah hati

ada yang bertanya-tanya dalam hujan,
kapankah sandiwara dunia akan akhirnya ?

ia mengkhayalkan peri hujan,
berjatuhan butiran yang membungkus cahaya dari dua sudut mata

ia mengumpulkan hujan,
mencawankan jutaan tetesnya, mengulurkan kekuatan

ia meraih sebuah tangan, menggandengnya erat,
berpayung di bawah ketenangan

ia melepas syal dari lehernya,
mengalungkan kehangatan pada seorang tua di sebelahnya

ia merangkai kesetiaan, mengartikan kehilangan
hujan, mengalbumkan kenangan, mengantarkan kepergian

ia bangkit dari hujan,
berjalan menerobosnya, menyelipkan senyuman, kesadaran..
kesabarannya tak sepanjang ingatan

ia meredupkan cahaya, hujan membacakan dongeng pengantar tidur, menyelimutinya dengan mimpi

 menutup sebuah cerita, jiwanya terbang menjelajahi semesta kedamaian,
cinta Tuhan lewat hujan

~”~

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh

Bang Aswi dan Puteri Amirillis

::

gambar diambil dari [sini]

Bang Aswi dan Puteri Amirillis yang telah mengumpulkan hujan, terima kasih ^^

hobi mengoleksi perangko

Stamp Collecting dispels boredom, enlarges our vision, broadens our knowledge,
makes us better citizens and in innumerable ways, enriches our lives

~ Franklin Delano Roosevelt ~

::


berawal dari kegiatan membongkar laci tempat menyimpan benda-benda dan mainan masa kecil, akhirnya saya menemukan sebuah album yang sudah lama tidak saya sentuh. dan inilah penampakannya, taraaaa !

stamp album

yup, pada usia bangku sekolah dasar, saya sempat memiliki hobi mengoleksi perangko bekas. hobi tersebut bermula ketika ayah membawakan banyak oleh-oleh perangko dari berbagai tahun dan beberapa negara. mulai saat itulah saya gemar mencari dan mengumpulkan perangko bekas dan menatanya dalam sebuah album kecil.

yang membuat menarik dari hobi ini adalah kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang sejarah, kebudayaan, kelestarian alam, peristiwa-peristiwa penting  maupun tentang gerakan-gerakan positif di dunia. hobi ini juga mengajak kita untuk teliti dan tekun dalam merawat perangko koleksi kita. sebuah hobi yang mengasikkan, mudah dan bermanfaat. ^^

my stamp collection

di era sekarang, mungkin kegiatan berkirim surat dengan perangko sudah mulai ditinggalkan karena telah digantikan dengan era teknologi informasi digital yang bisa dilakukan dengan cepat, mudah dan murah. namun, kepuasaan dan keeratan kegiatan berkirim surat dengan tulisan tangan yang penuh dengan coretan, rasa menunggu balasan surat tiba dan mendapatkan ‘bonus’ berupa perangko bekas untuk dikoleksi, rasanya tetap tidak bisa tergantikan oleh era sekarang ini. :)

barangkali, teman-teman tertarik untuk melestarikan hobi ini ?

terhadap apa yang telah mereka beri dan mereka lalui

kita tidak mengetahui dengan tepat apa yang terbesit dan disimpan pada diri seorang-seorang. begitu pula dengan apa yang telah mereka lakukan dan mereka lewati. seperti layaknya diri kita yang pernah berada di suatu masa yang begitu berat dengan mengorbankan banyak hal hingga kesempatan besar yang pernah dianugerahkan pada diri kita, yang semuanya itu bukan untuk diri kita.

berpikir sebaliknya, seorang-seorang yang lain mungkin pernah melakukan hal yang sama untuk diri kita tanpa kita ketahui sedikitpun. bukan hanya saya atau anda yang telah melakukannya untuk mereka, mereka juga mungkin pernah melakukannya lebih banyak untuk diri kita. walaupun kita tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui, namun kita seharusnya memahami bahwa mereka telah melewati banyak hal berat dalam hidup mereka dan bahwa mereka mungkin telah mengorbankan banyak hal untuk diri kita atau diri-diri yang lainnya.

bukan menghadapi orang lain dengan pandangan bahwa mereka tidak peduli dan tidak pernah bisa memahami tentang apa yang pernah kita alami. mereka pasti pernah melakukan banyak hal hebat dan melalui banyak hal yang berat, sama seperti kita dan mungkin untuk kita. sekecil atau sedikit pun hal itu. selalu menghargai dan belajar memahami terhadap apa yang tidak pernah kita ketahui pada diri orang lain dengan prasangka yang baik.

maka ketika orang lain berkata kepada diri kita atau ketika diri kita berkata kepada orang lain dengan perkataan  : ‘ anda tidak peduli dan tidak mengerti dengan apa yang telah atau tengah kualami’ . ` i do believe, you’ve been through a lot and really do care more than i will ever know. jangan bersedih` :)

allahu a’lam

-rosenrain| wednesday, june 22, 2011|9:28 pm

kejujuran

terus menerus menodai kepercayaan, membiarkannya sungguh tak mudah. haruskah tak bergerak dari kotak kediaman ketika berhadapan dengan kenyataan, ketidakjujuran?

ada alasan hingga tiada beralasan, berupa candaan ataupun dalam keseriusan. menutupi kenyataan kemudian memutarbalikkannya bukanlah sebuah kenyamanan. terlampau murah untuk sebuah kepercayaan.

mulai setitik hingga seluas bola dunia. entah dalam tulisan atau percakapan, ketidakjujuran cukup bisa menandakan sebuah ketidaktulusan. kesengajaan yang terus menerus hingga menggoyahkan keselarasan, menghalangi hadirnya penyesalan. menjadi sebuah kesadaran kebiasaan, bukankah itu mengerikan? jiwa yang diberikan anugerah kehidupan terlalu mulia untuk dinodai dengan ketidakjujuran.

atasi ketakutan dan sejukkan jiwa dengan kejujuran, ia tidak akan mendatangkan kekecewaan. percayalah..  itu mengagumkan.

hayoo.. siapa yg tidak mau ?

catatan : ketidakjujuran dalam tulisan ini menunjuk pada ketidakjujuran yang dilakukan dengan kesadaran bukan dengan alasan atau pertimbangan kebaikan yang diperbolehkan.

-rosenrain| friday, june 17, 2011|


proses

why do i write? tidak mudah untuk menjawabnya. bukan karena aku ingin, karena sebenarnya aku lebih memilih untuk tidak menulis ketidaksederhanaan yang menghampiriku di halaman yang bebas.

menulis, seringkali menguras habis tenagaku, setiap kata bukanlah tanpa makna. aku menghadapi berbagai rasa tidak nyaman yang tengah melanda jiwaku. bahkan terkadang terasa seperti meneteskan air berkadar keras pada luka yang baru saja. bukan sebagai ketidakberdayaan, namun sebagai pereda bahkan penyembuh. yang berarti aku selalu berusaha bangun dari sisi yang tak mampu kubendung dengan mudah.

aku begitu menyadari bahwa nuansa tulisanku lebih sering mengarah pada sisi dan lemah diri. sesuatu-sesuatu yang belum mampu kulalui dan kulakukan. subjektif dan egois. membuat pembacanya menebak-nebak dan sedikit banyak akan `tertular` oleh rasa yang dikandung oleh kata-kataku. aku minta maaf..

walaupun aku tak meminta teman-teman secara khusus untuk membaca tulisan-tulisanku ataupun ketika aku sengaja meminta teman-teman untuk menengoknya maka itu karena keberartian teman-teman di sisiku dan rasa percayaku. aku ingin mendapatkan nasehat dari apa yang tengah aku alami dan belajar dari teman-teman. dan aku benar-benar beruntung karena selalu memperolehnya. trima kasih. :)

aku tak pernah bermaksud membagikan rasa tak nyaman yang tengah melandaku kepada teman-teman lewat goresan-goresan sederhanaku. itu semua kembali untuk diriku, proses untuk mencari jalan diriku selanjutnya hingga aku mengetahui benar cara yang semestinya. karena sebaik-baik berbagi adalah berbagi ilmu, pelajaran, kebahagiaan, kebijaksanaan dan kemuliaan. dan aku telah memperoleh hikmah dari tulisan-tulisanku sendiri. dan semoga aku bisa berkarya dengan lebih `kaya` setelah ini. berbalur kesederhanaan indah jalanNya. so, please correct me if i am wrong..

::

14 juni 2011, 4:44 pm am
rosenrain, di pagi yang begitu kaya

I like to walk alone

berjalan sendirian di keramaian khususnya di alam terbuka selalu terasa begitu menyenangkan bagi saya. juga ketika duduk sendiri di dalam kereta sembari melihat ke arah luar jendela. ataupun ketika menyetir di sore hari yang cerah. jika anda memperhatikan saya di saat-saat itu, yang anda lihat pastilah wajah saya dengan senyuman yang begitu sederhana. saat-saat itu adalah beberapa saat di mana sy merasakan kesederhanaan yang membahagiakan, jauh dari rasa sepi.

apakah itu berarti sy kurang begitu suka dengan bersosialisasi? bisa jadi iya, bisa jadi tidak. entah mengapa ketika berada dalam keramaian, sy lebih suka jika orang lain tidak memperhatikan atau berlaku cuek terhadap saya. namun tidak sebaliknya. saya begitu menyukai bertemu dg aktivitas dan karakter berbeda dari banyak orang. kehidupan di sekitar begitu indah dan berwarna. kebahagiaan, kesedihan, keseriusan, kelucuan, kewajaran, keanehan, keingintahuan, ketidakseimbangan, keceriaan, ketertutupan, kemarahan, kediaman, ketulusan, keangkuhan, kesibukan dan ribuan warna lainnya. sy selalu bisa melihat dan merasakan warna-warni itu, ikut merasakan kebahagiaannya atau tak jarang merasakan pula rasa sakitnya.

namun, itulah saya dan seperti itulah kehidupan. dan dari itu semua saya pun selalu belajar untuk memberikan kadar yang semestinya bagi segala sesuatunya. belajar ketulusan dan berterima kasih atas semua hal yang telah mewarnai usia ini. bukankah ‘kesederhanaan’ itu begitu indah?

jadi.. sendirian, berada di tempat berbeda, melewati jalan yang berbeda, bertemu dengan kehidupan yang berbeda atau naik sarana transportasi yang berbeda sudah menjadi wisata dan pereda bagi saya. i like to walk alone, bagaimana dengan Anda? :)

selamat pagi

langit pagi ini begitu indah
aku tak memerlukan karet penghapus maupun crayon untuk ‘melihat’nya menjadi biru-

dari ruangan ini,
aku bisa mendengar gemerisik kumpulan lidi memandikan jalan
suara gesekan roda-roda kereta bayi
yang bercampur dengan suara mungil mereka
ataupun suara gesekan roda-roda perkasa pengangkut galon-galon air

ada metamorfosis cairan dari dalam botol,
menjadi gelembung-gelembung busa
diikuti gemericik air yang siap membilas piring-piring kotor

ada suara tendangan bola oleh kaki-kaki kecil
diiringi dengan teriakan-teriakan semangat mereka

dan yang membuatku terkesima adalah suara ‘kring kring kring’ dari sebuah sepeda,
yang baru saja lewat di depan rumah,
menerbangkanku ke masa yang sederhana

selalu ada gema, desisan bisikan angin, kicauan burung juga samar-samar obrolan pagi manusia
dan tentunya adukan pada cangkir-cangkir ataupun gelas-gelas yang telah dipenuhi oleh ‘cinta’

selamat pagi :)

::
17 mei 2011, dari sudut ruanganku

duadua

suatu saat itu adalah satu saat ini-


saat jarum pendek pada jam dinding kamarku bergerak maju meninggalkan angka duabelas menuju angka duabelas kembali. begitu pula ketika kalender lapieku telah berganti tanggal, tanggal hari ini.

saat dimana aku ingin menyampirkan sedikit apa yang tertulis di lembaran-lembaran kertas yang menyusun buku catatan hidupku ataupun sedikit dari apa yang beterbangan tak karuan pada ruang-ruang kosong di antara dinding ramah kamarku.

telah berlari, berjalan atau entah diam

ada jalan lebar tak terhambat, mengajak roda-roda berputar cepat. ada jalan buntu yang menampakkan ujung, menghentikan setiap pelangkahnya. ada lorong-lorong sempit, tak cukup membuat tenang setiap detak jantung yang melaluinya. ada pula jalan tak berujung yang menyisakan tanya.

tapi hey, itulah kenyataan Continue reading »

februari, sebuah catatan sederhana

februari. satu bulan berlalu di tahun ini. dan saat ini adalah saat di mana aku tidak berada lagi di waktu satu menit yang lalu. aku tengah meninggalkan detik demi detik, mengurangi waktuku.

aku adalah orang yang begitu senang mendengarkan orang lain bercerita dan terkadang aku pun sangat suka bercerita. dan setidaknya ketika aku tidak punya apa-apa untuk kubagikan, maka aku akan masih punya cerita yang bisa kubagikan. ada banyak hal yang bisa kudengar dan kuceritakan dalam hidup ini. tentang awan mendung, tentang desiran angin, tentang bisikan tunas-tunas kecil, tentang negeri pelangi atau pun negeri para pemimpi. dan di sinilah aku selalu bisa menceritakan banyak hal yang selalu tak bisa kuceritakan di kehidupan nyataku.

namun ada saat di mana kediaman lebih menjadi temanku. penuh dengan benak tanya dan ketakutan akan ketidaktahuanku. aku hanyalah seorang biasa yang lebih banyak tak mengerti dan tak mampu menyanggupi. aku selalu takut [ jika ternyata telah] menyakiti. namun begitu, aku bukanlah orang yang mudah berhenti dan berbalik, membiarkan berlalu. aku tak akan pernah lepas dari usahaku. ketika aku tidak tahu alasan akan sesuatu dan ketika suatu alasan telah pergi maka bukan berarti aku akan tidak berada dalam hal dibalik itu. aku akan selalu bercerita karena aku ingin selalu mengingatnya. aku telah dan masih akan berada di sana. Continue reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.