dia menggerak-gerakkan jari tangan kanannya, menyusun sebuah kata, d-i-k-i-t. ya, dia bermaksud bertanya kepadaku arti ‘dikit’. segera, aku gerakkan jari tangan kananku, menempelkan ibu jariku dengan jari tengah dan menutup jari-jari yang selainnya untuk menunjukkan sesuatu yang kecil atau sedikit sambil berkata ‘sedikit’. aku menjelaskan dengan itu karena aku tahu bahwa dia sudah mengerti arti kata ‘sedikit’, mungkin dia sedikit ragu apakah sama arti kata ‘sedikit’ dengan arti kata ‘dikit’. dia pun segera mengikuti gerakanku, sambil mengucapkan kata itu pula dengan mengkerutkan kedua alis matanya dengan maksud untuk memastikan apakah hal yang dilakukannya benar. aku mengangguk dan seketika dia pun tertawa lepas.
….
itulah yang sering kami lakukan. dia selalu memanfaatkan sedikit waktu utk bertanya atau menunjukkan banyak hal kepadaku. sebuah kata menjadi hal yang amat berharga baginya. ya, bukan dengan mainan-mainan, boneka atau makanan. hanya dengan mengerti sebuah kata dia sudah akan merasa sangat bahagia. itulah mengapa dia selalu tersenyum dengan manis sekali atau tak jarang tertawa lepas setelah mengetahui arti sebuah kata yang sebelumnya dia tidak tahu. kebahagiaan yang pasti bisa dilihat dan ikut dirasakan oleh setiap mata yang menatapnya karena jelas sekali terlihat dari raut wajah dan gelagatnya. Continue reading »