februari. satu bulan berlalu di tahun ini. dan saat ini adalah saat di mana aku tidak berada lagi di waktu satu menit yang lalu. aku tengah meninggalkan detik demi detik, mengurangi waktuku.
aku adalah orang yang begitu senang mendengarkan orang lain bercerita dan terkadang aku pun sangat suka bercerita. dan setidaknya ketika aku tidak punya apa-apa untuk kubagikan, maka aku akan masih punya cerita yang bisa kubagikan. ada banyak hal yang bisa kudengar dan kuceritakan dalam hidup ini. tentang awan mendung, tentang desiran angin, tentang bisikan tunas-tunas kecil, tentang negeri pelangi atau pun negeri para pemimpi. dan di sinilah aku selalu bisa menceritakan banyak hal yang selalu tak bisa kuceritakan di kehidupan nyataku.
namun ada saat di mana kediaman lebih menjadi temanku. penuh dengan benak tanya dan ketakutan akan ketidaktahuanku. aku hanyalah seorang biasa yang lebih banyak tak mengerti dan tak mampu menyanggupi. aku selalu takut [ jika ternyata telah] menyakiti. namun begitu, aku bukanlah orang yang mudah berhenti dan berbalik, membiarkan berlalu. aku tak akan pernah lepas dari usahaku. ketika aku tidak tahu alasan akan sesuatu dan ketika suatu alasan telah pergi maka bukan berarti aku akan tidak berada dalam hal dibalik itu. aku akan selalu bercerita karena aku ingin selalu mengingatnya. aku telah dan masih akan berada di sana. Continue reading »