suatu saat itu adalah satu saat ini-


saat jarum pendek pada jam dinding kamarku bergerak maju meninggalkan angka duabelas menuju angka duabelas kembali. begitu pula ketika kalender lapieku telah berganti tanggal, tanggal hari ini.

saat dimana aku ingin menyampirkan sedikit apa yang tertulis di lembaran-lembaran kertas yang menyusun buku catatan hidupku ataupun sedikit dari apa yang beterbangan tak karuan pada ruang-ruang kosong di antara dinding ramah kamarku.

telah berlari, berjalan atau entah diam

ada jalan lebar tak terhambat, mengajak roda-roda berputar cepat. ada jalan buntu yang menampakkan ujung, menghentikan setiap pelangkahnya. ada lorong-lorong sempit, tak cukup membuat tenang setiap detak jantung yang melaluinya. ada pula jalan tak berujung yang menyisakan tanya.

tapi hey, itulah kenyataan

pena-pena menulis mimpi, kuas-kuas melukis jejak berlabuhnya maupun jejak yang tak pernah bermula

ada banyak pohon mimpi. di halaman rumah, pinggiran sawah, pot-pot kecil, di taman yang tertata indah ataupun di rumah-rumah tua tak bertuan. juga di hati kecil seorang-seorang. selalu ada saat mereka begitu rimbun dipenuhi oleh warna dedaunan, meneduhkan. namun ada lebih banyak saat ketika tak bisa memutus jalan musim yang tak terduga. tumbuh, kering dan gugur tanpa tanda. memudarkan mimpi-mimpi itu.

tapi hey, itulah ketetapan

ada yang mengisyaratkan pergi. ada yang benar-benar pergi. ada yang kembali setelah lama pergi. memunguti satu persatu jerami, merenovasi sangkar kebahagiaannya. selalu ada seorang, diri sendiri atau sesuatu yang melonggarkan nafas ataupun memberatkannya. kepadanya jatuh. untuknya pula bangun berkali-kali.

tapi hey, itulah kekuatan

tak pernah ada yang berlalu begitu saja ketika engkau merawat ulat kemudian dia terbang meninggalkanmu karena telah bertamoforfosis menjadi kupu. ataupun ketika berulang kali terluka oleh duri ketika merawat pohon mawar karena suatu hari engkau akan memetik  indah bunganya. hey.. bangunlah dari prasangka dan berjuanglah. menyelesaikan tugas hidup ini. menjemput rencanaNya yang tak mungkin tak indah. :)

dan akan menjadi lebih bermakna ketika menambahkan tanda berbeda pada kata. tanda yang akan kuberikan sbg hadiah untuk diriku sendiri di hariku.

tetaplah tegar

mulai hari ini tak lagi duasatu atau duakosong. waktu menghitungnya dengan hitungan tahun, untukku. duadua.

::

trima kasih untuk mbk shinta dan nutaryuk , suatu saat itu adalah saat ini :)
untuk teman-teman TI07, trima kasih.
untuk semua teman blogger, kangen :D
dan tentunya kamu, pohon jambu air, trima kasih.

Advertisement