why do i write? tidak mudah untuk menjawabnya. bukan karena aku ingin, karena sebenarnya aku lebih memilih untuk tidak menulis ketidaksederhanaan yang menghampiriku di halaman yang bebas.
…
menulis, seringkali menguras habis tenagaku, setiap kata bukanlah tanpa makna. aku menghadapi berbagai rasa tidak nyaman yang tengah melanda jiwaku. bahkan terkadang terasa seperti meneteskan air berkadar keras pada luka yang baru saja. bukan sebagai ketidakberdayaan, namun sebagai pereda bahkan penyembuh. yang berarti aku selalu berusaha bangun dari sisi yang tak mampu kubendung dengan mudah.
aku begitu menyadari bahwa nuansa tulisanku lebih sering mengarah pada sisi dan lemah diri. sesuatu-sesuatu yang belum mampu kulalui dan kulakukan. subjektif dan egois. membuat pembacanya menebak-nebak dan sedikit banyak akan `tertular` oleh rasa yang dikandung oleh kata-kataku. aku minta maaf..
walaupun aku tak meminta teman-teman secara khusus untuk membaca tulisan-tulisanku ataupun ketika aku sengaja meminta teman-teman untuk menengoknya maka itu karena keberartian teman-teman di sisiku dan rasa percayaku. aku ingin mendapatkan nasehat dari apa yang tengah aku alami dan belajar dari teman-teman. dan aku benar-benar beruntung karena selalu memperolehnya. trima kasih.
aku tak pernah bermaksud membagikan rasa tak nyaman yang tengah melandaku kepada teman-teman lewat goresan-goresan sederhanaku. itu semua kembali untuk diriku, proses untuk mencari jalan diriku selanjutnya hingga aku mengetahui benar cara yang semestinya. karena sebaik-baik berbagi adalah berbagi ilmu, pelajaran, kebahagiaan, kebijaksanaan dan kemuliaan. dan aku telah memperoleh hikmah dari tulisan-tulisanku sendiri. dan semoga aku bisa berkarya dengan lebih `kaya` setelah ini. berbalur kesederhanaan indah jalanNya. so, please correct me if i am wrong..
::
14 juni 2011, 4:44 pm am
rosenrain, di pagi yang begitu kaya
saya suka kok dgn gaya tulisan mbk lyla.. bikin hati jadi makclessss… adeeem… beneran deh…
so do i, mohon dikoreksi kalo ada salah dalam penulisan dan pengekspresian diri di blog…
*eh iya, itu jam nya pm ato am y ?? hhihi…
dan saya sangat suka dengan keceriaan adek, penuh semangat, energinya positif sekali, trima kasih ya
eh, iya, yang benar am, trima kasih buat koreksinya, sdh diupdate *blush
Lyla, kau sungguh beruntung…. telah dianugerahi oleh ALLAH kemampuan PERSUASIF yang sangat bagus melalui tulisan2 pengalaman hidupmu,.. dan apapun yang tersirat dari tulisanmu, baik kebahagiaan, ketulusan, keharuan, bahkan ketidak nyamanan atau kesedihanpun… hikmah selalu saja hadir… .. Terimakasih telah berbagi..
dengan bantuan mbk sy selalu bisa ‘melihat’ pelajaran-pelajaran tersebut mbk..
dan sy yang sangat berterima kasih sama mbk
Pokoknya terus saja menulis.
Kalo saya sih berprinsip, saya gak akan menampilkan tulisan2 sedih di blog saya. Saya memang orangnya tak suka berbagi kesedihan. Kesedihan atau kegalauan hati biarlah saya yang menanggungnya. Tapi, saya akan dengan senang hati berbagi kebahagiaan via tulisan.
kesedihan memang selayaknya dinikmati sendiri dan kebahagiaanlah yang seharusnya dibagi
terima kasih ya sdh menginspirasi saya
Itu akan lebih baik bagi kita untuk mencurahkan apa yang ingin kita sampaikan melalui tulisan, apapun isi tulisan itu. Bila tulisan itu baik atau benar, pembaca pasti akan support, dan bila tuisan itu aslah, pula pembaca akan mengkoreksinya. Karena disitulah kita berproses untuk menjadikan kita sebagai penulis ya matang, dewasa, baik, benar dan tentu saja enak untuk dibaca.
padahal saya juga masih harus banyak belajar dari Mbak Lyla cara menulis dan membuat kalimat yang enak untuk dibaca..
Salam
nutaryuk, terima kasih ya. itu motivasi yg besar buat saya,
kita semua beriringan, kita belajar bersama
Saya menulis banyak hal di blog saya. Kadang bahagia, kadang cerita duka…tergantung perasaan apa yang ingin saya tuliskan.
Awalnya mungkin bukan buat berbagi Lyla, tapi buat menghilangkan kegalauan hati. Kalaupun dimaknai berbeda, itu bukan semata kehendak saya…