why do i write? tidak mudah untuk menjawabnya. bukan karena aku ingin, karena sebenarnya aku lebih memilih untuk tidak menulis ketidaksederhanaan yang menghampiriku di halaman yang bebas.

menulis, seringkali menguras habis tenagaku, setiap kata bukanlah tanpa makna. aku menghadapi berbagai rasa tidak nyaman yang tengah melanda jiwaku. bahkan terkadang terasa seperti meneteskan air berkadar keras pada luka yang baru saja. bukan sebagai ketidakberdayaan, namun sebagai pereda bahkan penyembuh. yang berarti aku selalu berusaha bangun dari sisi yang tak mampu kubendung dengan mudah.

aku begitu menyadari bahwa nuansa tulisanku lebih sering mengarah pada sisi dan lemah diri. sesuatu-sesuatu yang belum mampu kulalui dan kulakukan. subjektif dan egois. membuat pembacanya menebak-nebak dan sedikit banyak akan `tertular` oleh rasa yang dikandung oleh kata-kataku. aku minta maaf..

walaupun aku tak meminta teman-teman secara khusus untuk membaca tulisan-tulisanku ataupun ketika aku sengaja meminta teman-teman untuk menengoknya maka itu karena keberartian teman-teman di sisiku dan rasa percayaku. aku ingin mendapatkan nasehat dari apa yang tengah aku alami dan belajar dari teman-teman. dan aku benar-benar beruntung karena selalu memperolehnya. trima kasih. :)

aku tak pernah bermaksud membagikan rasa tak nyaman yang tengah melandaku kepada teman-teman lewat goresan-goresan sederhanaku. itu semua kembali untuk diriku, proses untuk mencari jalan diriku selanjutnya hingga aku mengetahui benar cara yang semestinya. karena sebaik-baik berbagi adalah berbagi ilmu, pelajaran, kebahagiaan, kebijaksanaan dan kemuliaan. dan aku telah memperoleh hikmah dari tulisan-tulisanku sendiri. dan semoga aku bisa berkarya dengan lebih `kaya` setelah ini. berbalur kesederhanaan indah jalanNya. so, please correct me if i am wrong..

::

14 juni 2011, 4:44 pm am
rosenrain, di pagi yang begitu kaya

Advertisement