terus menerus menodai kepercayaan, membiarkannya sungguh tak mudah. haruskah tak bergerak dari kotak kediaman ketika berhadapan dengan kenyataan, ketidakjujuran?

ada alasan hingga tiada beralasan, berupa candaan ataupun dalam keseriusan. menutupi kenyataan kemudian memutarbalikkannya bukanlah sebuah kenyamanan. terlampau murah untuk sebuah kepercayaan.

mulai setitik hingga seluas bola dunia. entah dalam tulisan atau percakapan, ketidakjujuran cukup bisa menandakan sebuah ketidaktulusan. kesengajaan yang terus menerus hingga menggoyahkan keselarasan, menghalangi hadirnya penyesalan. menjadi sebuah kesadaran kebiasaan, bukankah itu mengerikan? jiwa yang diberikan anugerah kehidupan terlalu mulia untuk dinodai dengan ketidakjujuran.

atasi ketakutan dan sejukkan jiwa dengan kejujuran, ia tidak akan mendatangkan kekecewaan. percayalah..  itu mengagumkan.

hayoo.. siapa yg tidak mau ?

catatan : ketidakjujuran dalam tulisan ini menunjuk pada ketidakjujuran yang dilakukan dengan kesadaran bukan dengan alasan atau pertimbangan kebaikan yang diperbolehkan.

-rosenrain| friday, june 17, 2011|


Advertisement